12 August 2009

Memandang Teroris Dari Sisi Yang Lain

Selamat Pagi!

Guys, sepanjang lebih dari dua minggu ini, isi berita di tipi memang monoton banget. Setelah sempet heboh beberapa hari dengan meninggalnya Mbah Surip (I love you full, mbah!); tiba-tiba beritanya langsung berubah menjadi perburuan teroris.

Hingga kemaren. Hingga pagi tadi di tipi.

Waduh.

Semua orang pada sibuk menerka-nerka; memuji; bahkan beberapa juga pada ngata-ngatain si Densus 88 karena dengan lugunya menyebut bahwa yang mereka buru adalah Noordin M. Top.

Bayangin aja; dari sore, sampe pagi, sampe siang, sampe sore lagi.. isi tipi cuma gambar yang diulang-ulang tentang penyergapan tempat yang disebut-sebut sebagai sarang teroris.

Menjemukan sekali! Di mana sih sinetron itu berada, jika ia dibutuhkan?!

Nah, pas lagi suntuk dengerin penyiarnya ngomong ngalor-ngidul tentang penyergapan itu; tiba-tiba gw denger sesuatu yang berbeda di sana.

Apa itu?

Di antara hiruk pikuk tempat itu, gw sempet denger suara pedagang eskrim, dengan nada lagu eskrim Walls yang sangat beken itu...

Paddleee poppp Paddleee Poppp Supper Duppperrr Yummy!

Wah, kebosanan gw untuk melihat acara itu langsung terobati. Siaran yang tadinya nampak menjemukan itu tiba-tiba menjadi sangat menarik buat gw. Karena, entah kenapa, tiba-tiba timbul banyak ide hebat untuk disebarkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Seperti kamu, misalnya. :P

Apa sih?

Gini.. pedagang itu adalah salah satu enterpreneur hebat; memiliki insting bisnis yang sangat tinggi. Bayangkan, saat orang terpaku untuk ngelihat teroris yang lagi ngumpet (atau pipis?) di kamar mandi rumah reyot itu, ternyata ia memandang segala sesuatunya dari sisi yang berbeda.

Dia memandang, bahwa ratusan (atau ribuan) orang yang menyesaki dusun itu, pasti butuh sesuatu untuk ngemil. Karena toh bosen juga kan ngelihatin rumah itu-itu terus; kecuali kalo rumahnya bisa jadi robot seperti Transformer.

Tapi kan enggak.

Dan menurut dia, dengan jualan eskrim di situ; pasti dagangannya dalam sehari akan ludes dalam waktu yang singkat. Cukup beberapa menit saja.

Nah! Itulah yang perlu kalian tiru dari mas-mas pedagang eskrim itu.

Jangan terpaku pada hal besarnya saja; karena hal kecil pun bisa menghasilkan sesuatu yang sangat lumayan.

Jadi, boleh lah kalian ikuti jejak si pedagang itu.

Misalnya, saat bapak-bapak Densus itu sedang fokus ke titik sasaran gembong teroris itu; ga ada salahnya kan kalian lewat dengan sopan, dan bilang : permisi pak, bapak mau beli es krim? kan capek melotot terus seperti itu. Saya kasih harga spesial deh.

Pasti kalian langsung ditembak. Hihihi.

Selain menjadi pedagang es seperti si bapak itu; masih banyak hal-hal lain yang bisa kalian lakukan di sana.

Coba bayangkan jika kalian menjadi teroris itu. Terdesak. Tersudut hingga di kamar mandi - yang sangat mungkin super-duper bau!

Apa peluang usaha yang bisa kalian pikir untuk itu?

Gampang! Contoh yang paling mudah adalah : menjadi tukang ojek! Kalian cukup menggunakan sepeda motor, atau jika ga punya, ojek sepeda juga boleh deh - dan kalian hampiri si teroris itu; dan jangan lupa, berikan kalimat-kalimat penuh hormat kepada calon pelanggan anda.

Cukup bilang : siang mas Noordin.. lagi ngapain kok di pojokan gitu? mari mas naik ojek saya, mau ke terminal, kan? ayo sini.. bayarnya murah kok.

Nah, sudah pasti tawaran itu akan sangat menggiurkan buat dia, kan?

Hihihi.

Masih ada lagi yang lain. Salah satu teori ekonomi adalah : semakin sedikit barang, namun tinggi permintaannya, maka barang tersebut akan menjadi sangat mahal.

Selain itu, sebagai pebisnis sejati, kalian juga harus mengetahui dengan benar, apa-apa saja yang disukai dan dibutuhkan oleh pelanggan anda. Sehingga apa yang anda sediakan, akan terserap dengan cepat oleh mereka.

Nah.

Coba dipikir dulu. Apa yang disukai oleh teroris ini.

Sudah dibayangkan?

Nah, jawabannya pasti : BOM! Iya, sebagaimana layaknya manusia biasa - seperti kita-kita ini, si teroris ini memang seneng banget nge-bom. Tapi bom kita beda sih ya? Hihihi.

Dan berhubung bahan-bahan kimia untuk membuat bom ini sudah begitu susahnya dicari; apalagi prosedur untuk mendapatkannya juga sangat rumit; tentunya si teroris akan kesulitan untuk membeli langsung bahan-bahan itu.

Apalagi wajah-wajah mereka sudah dipigura dengan sangat indahnya di masing-masing toko itu. Jadi susah!

Nah, di situlah peluang bisnis kalian harus muncul.

Apa itu?

Bikin saja bisnis delivery service bahan-bahan pembuat Bom. Jika perlu, pasang iklan di surat kabar, atau di tipi. Bilang : Anda butuh bahan-bahan pembuat Bom? Tidak perlu bingung, anda cukup telepon 08812345678, pesanan anda akan langsung kami antar. Pembayaran bisa menggunakan kartu kredit Visa atau Mastercard

Nah! Ide yang brilian, bukan?

Memang di setiap kejadian, selalu saja ada sisi lain yang bisa kita jadikan sumber inspirasi - maupun peluang untuk kemajuan usaha kita.

Btw, kalo kalian dipenjara gara-gara ngikutin tulisan gw ini; jangan salahin gw, lha salah sendiri ngapain kok ngikut-ngikut. Hihihi.

29 July 2009

Blogging Lagi Yuk!

Morning Guys!

Rasanya udah beberapa tahun ya ga posting-posting di sini; untuk beberapa waktu, blog ini memang sempat dibekukan - karena memang gw sudah terlalu sibuk untuk ngegame Mafia Wars di facebook. Hihihi.

Dan setelah sekian lama beku - kemaren, sempet ngobrol dengan temen lama yang sekarang lagi ada di Manado; dia komplain karena ga bisa masuk lagi ke blog ini.

Lha? Namanya juga dibekukan; jadi ya, ga boleh dimasukin. Gimana sih?

Ya, akhirnya, dengan hati yang tulus dan ikhlas; dan dengan kerinduan yang teramat sangat untuk menulis pula - akhirnya, blog ini gw nyatakan : DIBUKA KEMBALI UNTUK UMUM.

Heh?! Apaan sih.

Hihihi.

Ada banyak cerita-cerita gila yang pengen gw tulis lagi di sini; ahh, I really do missed the old days!

Seperti misalnya kejadian beberapa hari yang lalu; as you all know, gw memang kebiasa untuk tidak rapi selama di kantor.

Uhm, ga rapi itu, bukan berarti terus gw ini pake celana pendek, dan rambut dibiarkan menjuntai-juntai ala mbah Surip gitu.

Bukan!

Ga rapinya adalah : jika orang-orang dengan posisi yang setara sama gw itu pada pake kemeja, celana kain rapih-serapihnya, dan sepatu kulit yang kinclong.

Tapi tidak dengan gw.

I love jeans. Gw selalu suka blue jeans warna cokelat (mas-mas, begonya kumat ya?).

Ditambah lagi dengan sepatu Reebok Tennis warna putih; dan T-Shirt Polo yang tiap hari cuma ganti-ganti warna aja; senin : item, selasa : biru, rabu : ijo tua, kamis : cokelat, dan seterusnya (maklum, kemaren belinya selusin. Hihihi).

Nah, gaya selengek'an ini semakin diperparah dengan kebiasaan gw yang sering selonjoran di lantai; kadang kalo lagi iseng di parkiran mobil, ga jarang pula, selonjoran di paving-stone parkiran itu.

Akibatnya?

Ya sudah pasti, celana jeans cokelat itu jadi dekil-sedekil-nya.

Akibat yang lain?

Hihihi, ya tentu saja ada. Seperti beberapa hari yang lalu itu.

Tiba-tiba, waktu lagi asyik-asyiknya ngegame (baca : kerja) di depan laptop. Tiba-tiba terasa hawa dingin semriwing di daerah paha gw.

Tadinya gw mikir : kalo gini ini, orang-orang di tipi bilang, pasti lagi ada hantu lewat.

Tapi kok ya setelah dipikir-pikir lagi; hantunya iseng banget kok lewat di sekitaran paha gw. Jangan-jangan ini hantu mesum.

Hihihi.

Dan setelah berjuang sedemikian keras untuk mengembalikan akal sehat gw; akhirnya gw sadar, bahwa bukan hantu yang lagi iseng gelayutan di paha gw (kan bukan tak gendong, tho?).

Ternyata : pangkal paha celana gw sobek. Hihihi. Kainnya sudah tipis gara2 sering gw hajar selonjoran di lantai dan paving parkiran itu.

Ahhh! Kan lagi di kantooorrr?? Huhuhu, mana masih jam 8 pagi juga.

Dan kejadian yang diluar perkiraan Mama Laurent ini membuat gw seharian harus rela menetap di ruangan, ga ngider-ngider nyari kue ke divisi lain (seperti biasanya).

Akibatnya banyak pandangan takjub dari temen-temen kerja gw; mungkin mereka heran; kenapa kok gw ini banyakan duduknya ketimbang jalannya.

Lebih-lebih lagi OB kantor yang setiap pagi biasa ngebuatin gw Jamu Temulawak; pas dia ngelihat gw jalan dengan gaya ala pengantin jawa (baca : paha kiri-kanan rapat, dan jalan pelan-pelan. Hehehe); kelihatan sekali pandangan si OB itu jadi agak ketakutan.

Mungkin di pikiran dia : duh, jangan-jangan kemaren saya keliru bikin jamu sari rapet.

Hihihi.

***

Ahh, gw bener-bener rindu nulis-nulis ga penting seperti ini lagi.

See you all again soon!